Oleh : Risa Gestiana
بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Materi belajar online kelima : 1) Memahami konsep termokimia; 2) Mengetahui tujuan termokimia; 3) Memahami konsep hukum kekekalan energi; 4) Mengetahui hubungan antara hubungan antara kalor jenis (c) dengan kapasitas kalor (C)
KIMIA KELAS XI SEMESTER 1 : BAB 3 TERMOKIMIA
Termokimia ialah cabang kimia yang berhubungan dengan hubungan timbal balik panas dengan reaksi kimia atau dengan perubahan keadaan fisika. Secara umum, termokimia ialah penerapan termodinamika untuk kimia. Termokimia ialah sinonim dari termodinamika kimia.
Tujuan utama termodinamika kimia ialah pembentukan kriteria untuk ketentuan penentuan kemungkinan terjadi atau spontanitas dari transformasi yang diperlukan.[1] Dengan cara ini, termokimia digunakan memperkirakan perubahan energi yang terjadi dalam proses-proses berikut:
Dalam arti lain Termokimia adalah Hubungan antar kalor dengan reaksi kimia atau proses-proses yang berhubungan dengan reaksi kimia.
A. HUKUM KEKEKALAN ENERGI
Hukum Termodinamika 1 menyatakan bahwa “Energi tidak dapat diciptakan maupun dimusnakan tetapi dapat diubah dari suatu bentuk ke bentuk lain”
Dalam termokimia ada dua hal yang perlu diperhatikan yang menyangkut perpindahan energi, Yaitu Sistem dan Lingkungan.
Sistem merupakan Pusat fokus perhatian yang diamati dalam suatu percobaan.
Lingkungan merupakan hal-hal diluar sistem yang membatasi sistem dan dapat mempengaruhi sistem.
Berdasarkan interaksinya dengan lingkungan, Sistem dibedakan menjadi 3 macam:
1. Sistem Terbuka
Memungkinkan terjadinya perpindahan energi dan Zat antara sistem dengan lingkungan.
2. Sistem Tertutup
Memungkinkan terjadinya perpindahan energi tetapi, tidak dapat terjadi pertukaran materi antara sistem dan lingkungan
3. Sistem terisolasi
Tidak memungkinkan terjadinya perpindahan energi dan Zat antara sistem dengan lingkungan.
B. ENTALPI DAN PERUBAHAN ENTALPI
Entalpi adalahJumlah energi yang dimiliki suatu zat dalam segala bentuk.
Dilambangkan dengan “H” (berasal dari kata Heat yang berarti Panas).
Entalpi suatu zat TIDAK BISA DIUKUR BESARANYA, tetapi PERUBAHAN ENTALPINYA (ΔH) dapat diukur.
Perubahan Entalpi diperoleh dari Selieih entalpi produk dengan entalpi reaktan.
ΔH = Hp – Hr
Perubahan entalpi zat sama dengan harga kalor reaksinya
ΔH = q
Dalam hal tanda positif atau negatif harus diperhatikan. Jika Jika sistem melepaskan kalor, dapat dituliskan ΔH = -q. Sebaliknya, jika sistem menyerap kalor, dapat dituliskan ΔH = q.
C. JENIS-JENIS REKASI TERMOKIMIA
ΔT = Takhir – Tmula-mula
1. Reaksi Eksoterm
Reaksi eksoterm adalah reaksi yang disertai perpindahan kalor dari Sistem ke Lingkungan. Dalam kata lain reaksi eksoterm Melepaskan Energi. Saat terjadi reaksi inisuhu sistem naik.
Sistem melepaskan kalor ke lingkungan karena adanya kenaikan suhu.
Pada reaksi eksoterm harga ΔH = negatif ( – )
ΔH = Hp – Hr
Hp < Hr
ΔH < 0
Reaksi eksoterm berharga NEGATIF.
Contoh :
C(s) + O2(g) → CO2(g) + 393.5 kJ ;
ΔH = -393.5 kJ
Contoh Reaksi : Batu Kapur + Air
2. Reaksi Endoterm
Reaksi endoterm adalah reaksi yang disertai perpindahan kalor dari Lingkungan ke Sistem. Dalam kata lain reaksi eksoterm Menyerap Energi. Saat terjadi reaksi ini suhu sistem turun.
Sistem menyerap kalor oleh sistem karena adanya penurunan suhu.Pada reaksi endoterm harga ΔH = positif ( + )
ΔH = Hp – Hr
Hp > Hr
ΔH > 0
Contoh :
CaCO3(s) → CaO(s) + CO2(g)- 178.5 kJ ; ΔH = +178.5 kJ
Contoh Reaksi : Asam pekat + air
Proses eksoterm dan proses endoterm
Hubungan Antara KALOR JENIS (c) dengan KAPASITAS KALOR (C)
Kalor Jenis (c) Adalah Kalor yang dibutuhkan untuk menaikan suhu dari 1 gram zat sebesar 1 ºC
Q = m.c.∆t | c = Q/∆t
Kapasitas Kalor (C) Adalah Kalor yang dibutuhkan untuk menaikan suhu suatu zat sebesar 1 ºC
Q= C.∆t Jadi hubungan antara Kalor Jenis dengan Kapasitas Kalor C = m.c
Tidak ada komentar:
Posting Komentar