Senin, 20 April 2020

LARUTAN PENYANGGA

Oleh : Risa Gestiana

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ



Materi belajar online keempat : 1) Menentukan reaksi yang dapat menghasilkan larutan penyangga; dan 2) Menentukan campuran yang bersifat larutan penyangga.

Glosarium:
Campuran yang bersifat larutan penyangga:
1. Larutan penyangga asam
    a) Asam lemah + garamnya
    b) Asam lemah + basa kuat
    c) Garam dari asam lemah + asam/basa kuat
2. Larutan penyangga basa
    a) Basa lemah + garamnya
    b) Basa lemah + asam kuat
    c) Garam dari basa lemah + asam/basa kuat   



Contoh Soal & Pembahasan

1. Campuran larutan di bawah ini yang dapat membentuk campuran penyangga adalah ….

a. larutan HCl dengan larutan NH4Cl

b. larutan CH3COOH dengan larutan C6H5COOK

c. larutan C2H5OH dengan larutan C2H5ONa

d. larutan Ca(OH)dengan larutan CaCl2

e. larutan HCOOH dengan larutan HCOONa

Jawaban : B

Pembahasan :


  • HCl (asam kuat) dengan NH4Cl (garam dari basa lemah)
  • CH3COOH (asam lemah) dengan C6H5COOK (garam dari asam lemah)
  • C2H5OH (asam lemah dan basa lemah) dengan C2H5ONa (asam lemah dan basa lemah)
  • Ca(OH)(basa kuat) dengan CaCl2 (garam dari asam kuat dan basa kuat)
  • HCOOH (asam lemah) dengan HCOONa (garam dari asam kuat dan basa lemah)


2. Diantara campuran berikut, yang dapat membentuk larutan penyangga adalah ….

a. HCl dan  NH4Cl

b. NaOH dan  CH3COONa

c. HBr dan NaBr

d. KOH dan KCl

e. NH4OH dan NH4Cl

Jawaban: B

Pembahasan:

Campuran yang dapat membentuk larutan penyangga yaitu:

  • Basa kuat dan asam lemah
  • Asam kuat dan basa lemah

Berdasarkan soal tersebut yang termasuk dalam campuran yang membentuk larutan penyangga pada basa kuat dan asam lemah yaitu NaOH dan CH3COONa.


3. Sistem larutan penyangga dapat dibuat dengan mencampurkan 100 ml larutan CH3COOH 0,1 M dengan larutan ….

a.  80 ml NaOH 0,1 M

b. 100 ml NaOH 0,1 M

c. 120 ml HCl 0,1 M

d. 120 ml NaOH 0,1 M

e.  50 ml HCl 0,1 M

Jawaban : A

Pembahasan :

  • CH3COOH (asam lemah) + NaOH (basa kuat) → penyangga
  • CH3COOH (asam lemah) + HCl (asam kuat) → bukan penyangga
c dan d bukan termasuk penyangga, jadi

4. Pasangan larutan berikut ini yang menghasilkan larutan penyangga adalah ….

a. 100 mL NH4OH 0,2 M + 100 mL HCl 0,1 M

b. 100 mL NH4OH 0,2 M + 100 mL HCl 0,3 M

c. 100 mL NaOH 0,2 M + 100 mL CH3COOH 0,2 M

d. 100 mL NaOH 0,2 M + 100 mL HCN 0,1 M

e. 100 mL NaOH 0,2 M + 100 mL HCN 0,2 M

Jawaban : A

Pembahasan  :

Asam-asam maupun basa yang terlibat memiliki valensi yang sama, satu. Tinggal dilihat dari masing-masing campuran perbandingan molnya untuk melihat ada tidaknya sisa dari asam lemah atau basa lemahnya.


5. Campuran berikut ini yang dapat membentuk larutan penyangga adalah ….

a. 100 mL NaOH 0,1 M + 100 mL HCl 0,1 M

b. 100 mL NaOH 0,1 M + 100 mL NaCN 0,1 M

c. 100 mL NaCN 0,1 M + 100 mL HCN 0,1 M

d. 100 mL NH4OH 0,1 M + 50 mL H2SO4 0,1 M

e. 100 mL K2SO4 0,1 M + 50 mL H2SO4 0,1 M

Jawaban : D

Pembahasan :

Asam-asam maupun basa yang terlibat memiliki valensi yang sama, satu. Tinggal dilihat dari masing-masing campuran perbandingan molnya untuk melihat ada tidaknya sisa dari asam lemah atau basa lemahnya

  • NaOH ( basa kuat) dan HCl (asam kuat)
  • NaOH (basa kuat) dan NaCN (garam)
  • NaCN (garam) dan HCN (asam lemah)
  • NH4OH (basa lemah) dan H2SO(asam kuat)
  • K2SO4 (garam) dan H2SO4 (asam kuat)

Pilihan c dan d memiliki asam lemah dan basa lemah jadi dilihat perbandingan molnya untuk melihat ada tidaknya sisa dari asam lemah atau basa lemahnya.


6. Perhatikan data tabel berikut:

Larutan yang memiliki sifat penyangga adalah ….

a. 1

b. 2

c. 3

d. 4

e. 5

Jawaban : D

Pembahasan :

Ciri-ciri larutan penyangga : saat ditambah sedikit air atau sedikit basa atau sedikit asam nilai pH relatif tetap, jika terjadi perubahan hanya relatif kecil.

Larutan yang paling mendekati perubahan pH setelah penambahan air, asam dan basa adalah larutan 4.


7. Berikut adalah nilai pH beberapa larutan pada penambahan sedikit asam dan sedikit basa:

Larutan yang merupakan  sistem penyangga adalah ….

a. P dan Q                                       d. R dan T

b. Q dan R                                       e. S dan T

c. R dan S

Jawaban: B

Pembahasan:

Larutan penyangga merupakan larutan yang pH nya relatif tetap (tidak berubah) dan juga mempertahankan nilai pH nya meskipun terjadi penambahan sedikit asam dan atau sedikit basa.

Maka pada larutan Q dan R merupakan larutan penyangga Karena hanya mengalami perubahan pH yang relatif sedikit.


Latihan soal : Larutan Penyangga 

Uji Kompetensi 2
1. LKS halaman 30 nomor 7
2. LKS halaman 31 nomor 10
3. LKS halaman 31 nomor 12
4. LKS halaman 31 nomor 16
5. Berdasarkan pasangan larutan berikut ini:
Pasangan-pasangan yang pH-nya tidak akan berubah apabila ditambah sedikit larutan basa kuat atau asam kuat adalah ….
    a. 1 dan 2
    b. 1 dan 3
    c. 1 dan 4
    d. 2 dan 3
    e. 1 dan 5

6. Pasangan senyawa di bawah ini merupakan campuran penyangga, kecuali ….

a. CH3COOH dengan CH3COONH

b. NH3 dengan NH4Cl

c. HF dengan KF

d. NaHCO3 dengan Na2CO3

e. HCN dengan KCN

7. Data percobaan pHbeberapa larutan sbb:

Larutan yang mempunyai sifat penyangga adalah…

a. I dan II

b. II dan III

c. III dan IV

d. III dan V

e. IV dan V


Link tugas kimia XI : Larutan Penyangga 

Materi kimia kelas XI untuk Bab 2 : Larutan Penyangga sudah selesai. Tugas untuk bulan mei : silahkan isi Ulangan Tengah Semester, Uji Kompetensi 4 dan Ulangan Akhir Semester. (link menyusul)

LARUTAN PENYANGGA

Oleh : Risa Gestiana

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ



Materi belajar online pertama : 1) Pengertian larutan penyangga; 2) Sifat-sifat larutan penyangga; 3) Pembuatan larutan penyangga; dan 4) Peranan larutan penyangga.

1. Pengertian Larutan Penyangga
     Larutan penyangga sering disebut sebagai la-
     rutan buffer yang berfungsi sebagai penyang-
     ga pH suatu larutan. Larutan penyangga ada-
     lah larutan yang mengandung asam lemah
     dan basa konjugasinya atau basa lemah dan
     asam konjugasinya. Secara umum, larutan
     penyangga digambarkan sebagai campuran
     yang terdiri dari:
     a) Asam lemah (HA) dan basa konjugasinya
         (ion A-), campuran ini menghasilkan larutan
         bersifat asam.
     b) Basa lemah (B) dan asam konjugasinya
          (ion BH+), campuran ini menghasilkan laru-
          tan bersifat asam.

2. Sifat-sifat Larutan Penyangga
     Larutan penyangga merupakan suatu larutan
     yang dapat mempertahankan pH, sehingga
     dengan adanya larutan penyangga pH suatu
     larutan relatif konstan.
     a) Larutan penyangga asam, adalah larutan
          penyangga yang tersusun oleh asam lemah
          (HA-) dengan basa konjugasinya (A-) deng-
          an persamaan reaksi umum :

         HA(aq) ⇌ H+(aq)  +  A(aq)
         Asam lemah           basa konjugasinya

     b) Larutan penyangga basa, adalah larutan
          penyangga yang tersusun oleh basa lemah
          (B) dengan asam konjugasinya (BH+) deng-
          an persamaan reaksi umum :

         B(aq) + H2O(l) ⇌ BH+(aq)  +  OH(aq)
         Basa lemah         asam konjugasinya

     Larutan penyangga mempunyai sifat-sifat se-
     bagai berikut:
     1)  pH larutan penyangga tidak berubah deng-
          an penambahan sedikit asam kuat, basa ku-
          at maupun pengenceran.
     2) dengan penambahan asam kuat maupun
          basa kuat yang relatif banyak akan meng-
          ubah pH larutan penyangga.
     3) daya penyangga suatu larutan penyangga
          bergantung pada jumlah komponennya.

3. Pembuatan Larutan Penyangga
    a) Pembuatan larutan penyangga asam
        Pada pembuatan larutan penyangga asam
        lemah, molaritas dari basa konjugasi dapat
        dinaikkan dengan cara penambahan garam.
        Selain penambahan garam  dapat juga deng-
        an menggunakan
    a) Pembuatan larutan penyangga basa
         Pada pembuatan larutan penyangga basa
         lemah, molaritas dari asam konjugasi dapat
         dinaikkan dengan penambahan garam ke-
         dalam asam lemah. Cara lain yang dapat di-
         gunakan adalah penambahan asam kuat ke-
         dalam basa lemah berlebih.
4. Peranan Larutan Penyangga
    Larutan penyangga banyak digunakan dalam
    analisis kimia, biokimia dan mikrobiologi.
    Selain itu, dalam bidang industri, juga banyak
    digunakan pada proses seperti fotografi, elec-
    troplating (penyepuhan), pembuatan bir, penya-
    makan kulit, sintesis zat warna, sintesis obat-
    obatan, maupun penanganan limbah.
    a) Larutan penyangga karbonat
         Di dalam tubuh makhluk hidup juga terdapat
         larutan penyangga yang sangat berperan
         penting dalam mengontrol darah. Dalam ke-           adaan normal, pH darah manusia yaitu 7,4.
         pH darah tidak boleh turun di bawah 7,0
         atau naik di atas 7,8 karena akan berakibat
         fatal bagi tubuh. pH darah dipertahankan
         pada 7,4 oleh larutan penyangga karbonat-
         bikarbonat (H2CO/ HCO3) dengan menja-
         ga perbandingan konsentrasi [H2CO3] :
         [HCO3] sama dengan 1 : 20.
    b) Larutan penyangga pospat
         Larutan penyangga pospat tersusun dari
         dihidrogenfosfat-monohidrogen fosfat
         (H2PO4/HPO42−). Larutan penyangga pos-
         pat merupakan larutan penyangga dalam
         cairan intra sel. Terdapat dalam air ludah,
         yang berfungsi untuk menjaga pH mulut se-
         kitar 6,8 dengan menetralisir asam yang di-
         hasilkan dari fermentasi sisa-sisa makanan
         yang dapat merusak gigi, juga berperan da-
         lam penyangga urin.
    c) Larutan penyangga hemoglobin
         Hemoglobin dalam darah memiliki peranan
         dalam mengikat oksigen yang selanjutnya a-
         kan dibawa ke seluruh tubuh. Reaksi kese-
         timbangan dapat ditulis sbb:

         HHb+ + O⇌ H+  HbO2
         Asam hemoglobin

         Adanya kelebihan ion H+ dalam tubuh akan
         berpengaruh pada nilai pH, tetapi hemoglo-
         bin akan melepaskan O2 dan mengikat ion
         H+ membentuk asam hemoglobin.
    d) Larutan penyangga asam amino
         Reaksi yang terjadi ketika asam amino larut
         dalam air adalah sbb:

         NH+ H+ ⇌ NH3+
         atau
         COOH ⇌ COO+ H+

         Asam amino merupakan senyawa amfoter,
         sehingga ketika tubuh kelebihan asam maka
         ion H+ akan bereaksi dengan gugus basa.
         Sedangkan, bila kelebihan basa, maka akan
         bereaksi dengan gugus asam, sehingga pH
         amino akan stabil.
    d) Larutan penyangga dalam industri farmasi
         Salah satu pemanfaatan larutan penyangga
         adalah dalam obat-obatan. Aspirin merupa-
         kan obat yang yang digunakan untuk meng-
         hilangkan rasa nyeri, kandungan utama as-
         pirin adalah asam asetilsalisilat. Untuk me-
         netralisir kelebihan asam di lambung karena
         konsumsi aspirin, sehingga dalam aspirin di
         tambahkan suatu basa yaitu MgO.
    d) Larutan penyangga pengolahan limbah
         Guna mengelola limbah, ditambahkan keda-
         lamnya larutan penyangga untuk memperta-
         hankan nilai pH dengan kisaran 5 hinga 7,5.
         Fungsi penambahan larutan penyangga di-
         gunakan untuk pemisahan material organik,
         sehingga limbah yang dibuang ke perairan
         sudah aman.

Contoh Soal dan Pembahasan

1. Pernyataan yang benar tentang larutan penyangga adalah ….

a. mempertahankan pH sistem agar tetap

b. memiliki komponen asam dan basa yang selalu berupa pasangan konjugasi

c. mampu mengatasi penambahan asam dan basa dalam jumlah banyak

d. memiliki kapasitas tertentu

e. pengenceran tidak mengubah konsentrasi ion Hdan OH

Jawaban : A

Pembahasan:

Larutan penyangga atau larutan buffer adalah larutan yang mampu mempertahankan pH pada kisarannya apabila terjadi upaya untuk menaikkan atau menurunkan pH akibat penambahan sedikit asam, sedikit basa, atau pengenceran.

2. Yang merupakan larutan penyangga adalah ….

a. CH3COOH/CHOOH

b. CHOO/CH3COO–   

c. HCl/Cl

d. NH3/NH4OH

e. HOCl/OCl

Jawaban : E

Pembahasan :

Penyangga itu ada dua jenis yaitu penyangga asam (komponennya : asam lemah + basa konjugasinya) dan penyangga basa (komponennya : basa lemah + asam konjugasinya).

  • Asam lemah/asam lemah
  • Basa konjugasi/basa konjugasi
  • Asam kuat/ion
  • Basa lemah/basa lemah
  • Asam lemah/basa konjugasi

3. Pada penambahan sedikit basa pada larutan penyangga HOCl/OCl menyebabkan ….

a. [HOCl] berkurang

b. [OCl]tetap

c. [HOCl]/ [OCl] bertambah

d. pH sistem tetap

e. larutan menjadi basa

Jawaban : D

Pembahasan :

Penyangga itu ada dua jenis yaitu penyangga asam (komponennya : asam lemah + basa konjugasinya) dan penyangga basa (komponennya : basa lemah + asam konjugasinya). HOCl merupakan asam lemah sedangkan OCl merupakan basa konjugasi. Hal ini merupakan larutan penyangga.

Larutan penyangga atau larutan buffer adalah larutan yang mampu mempertahankan pH pada kisarannya apabila terjadi upaya untuk menaikkan atau menurunkan pH akibat penambahan sedikit asam, sedikit basa, atau pengenceran.

4. Larutan penyangga dapat dibuat dengan pencampuran berikut, kecuali ….

a. asam lemah berlebih dan basa kuat

b. basa lemah dan garamnya

c. garam asam lemah berlebih dan asam kuat

d. asam lemah dan basa lemah

e. basa lemah dan asam konjugasinya

Jawaban : D

Pembahasan :

Larutan penyangga yang mengandung komponen asam dan basa berupa pasangan konjugasi, dapat disiapkan sebagai berikut:

  • asam lemah berlebih dan basa kuat, contoh : CH3COOH/CH3COO dari CH3COOH berlebih dengan NaOH.
  • Basa lemah dan garamnya, contoh : NH3/NH4+ dari NH3 dengan NH4Cl.
  • garam asam lemah berlebih dan asam kuat, contoh : CH3COOH/CH3COO dari CH3COONa berlebih dengan HCl.
  • basa lemah dan asam konjugasinya, contoh : NH4OH dengan NH4+.

5. Campuran di bawah ini merupakan komponen larutan penyangga, kecuali ….

a. NH4Cl dan NH3                         

b. CH3COONa dan CH3COOH

c. CH3COOH dan NaOH

d. NaOH dan NaHCO3

e. NaOH dan HCl

Jawaban : E

Pembahasan :

Penyangga itu ada dua jenis yaitu penyangga asam (komponennya : asam lemah + basa konjugasinya) dan penyangga basa (komponennya : basa lemah + asam konjugasinya).

Komponen penyangga asam dapat dibuat dari campuran asam lemah + basa kuat atau asam lemah + garamnya dan komponen penyangga basa dapat dibuat dari campuran basa lemah + asam kuat atau basa lemah + garamnya.

  • NH4Cl dan NH3 = basa lemah + garamnya (penyangga)
  • CH3COONa dan CH3COOH = garam + asam lemah (penyangga)
  • CH3COOH dan NaOH = asam lemah + basa kuat (penyangga)
  • NaOH dan NaHCO3 = basa kuat + garam (penyangga)
  • NaOH dan HCl = basa kuat + asam kuat (bukan penyangga)

Link untuk latihan soal : Larutan Penyangga

Sabtu, 18 April 2020

JENIS KEMAMPUAN MATEMATIKA

Oleh : Risa Gestiana

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ


Jenis Kemampuan Matematika

1. Kemampuan Pemecahan Masalah (Problem
    solving), ada 4 langkah dalam PMM menurut
    Pollya:
    •) Memahami masalah
    •) Membuat sebuah rencana
    •) Menyelesaikan masalah tersebut
    •) Mengecek kebenaran

2. Kemampuan Komunikasi Masalah
    (communication), indikator menurut Sumarmo :
    •) Merefleksikan benda-benda nyata, gambar
        dan diagram ke dalam ide matematika.
    •) Membuat model situasi/persoalan menggu-
        nakan metode lisan, tertulis, konkrit, grafik
        dan aljabar.
    •) Menyatakan peristiwa sehari-hari dalam ba-
        hasa dan simbol matematika.
    •) Mendengarkan, berdiskusi dan menulis ten-
        tang matematika.
    •) Membaca dengan pemahaman suatu pre-
        sentasi matematika tertulis
    •) Membuat konjektur, menyusun argumen, me-
        rumuskan definisi dan generalisasi.
    •) Menjelaskan dan membuat pertanyaan ten-
        tang matematika yang telah dipelajari.

3. Kemampuan Koneksi Matematis
     yaitu kemampuan mengaitkan konsep mate-
     matika yang satu dengan konsep matematika
     yang lain atau dengan bidang yang lain mau-
     pun kehidupan sehari-hari.

4. Kemampuan Penalaran (Reasoning)
     yaitu kemampuan proses mental dalam meng-
     embangkan pikiran dari beberapa fakta atau
     prinsip.
     Ciri bernalar :
     •) pola pikirnya logika
     •) proses berpikirnya analitik

5. Kemampuan Representasi (representation)
     yaitu kemampuan dasar matematika yang
     harus di miliki siswa. Kemampuan represen-
     tasi matematis diartikan sebagai kemampu-
     an mengungkapkan atau merepresentasikan
     gagasan/ ide matematis sebagai alat bantu
     untuk menemukan solusi dari masalah mate-
     matika.

6. Kemampuan Pemahaman Matematika
     matematika bukan untuk dihafal melainkan
     untuk dipahami.
     Dalam matematika yang harus diketahui :
     •) objek itu sendiri
     •) relasinya dengan objek lain yang sejenis
    •) relasinya dengan objek lain yang tidak
         sejenis
    •) relasinya dengan teori lain
    •) relasi dual dengan objek lain yang sejenis

7. Kemampuan Berpikir Analitis - Matematis
     yaitu kemampuan menguraikan, memisahkan
     dan mencari keterkaitan.

8. Kemampuan Berpikir Kreatif
    Kognisinya dapat dilihat dari :
    •) keterampilan berpikir lancar
    •) keterampilan berpikir luas
    •) keterampilan berpikir orisinil
    •) keterampilan menilai

Jumat, 17 April 2020

REAKSI REDUKSI DAN OKSIDASI

Oleh : Risa Gestiana

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ


Materi belajar online ketiga : 1) Menentukan perubahan biloks dari suatu unsur atom; dan 2) Menentukan jenis reaksi (Reduksi dan Oksidasi) dari suatu persamaan reaksi.

Glosarium:
•) Biloks : suatu bilangan yang menunjukkan
                  ukuran kemampuan suatu atom untuk
                  melepas atau menangkap elektron
                  dalam pembentukan suatu senyawa
•) Oksidasi : reaksi yang mengalami kenaikkan
                      bilangan oksidasi
•) Reduksi : reaksi yang mengalami penurunan
                     bilangan oksidasi


Contoh Soal & Pembahasan

1. Tentukan perubahan biloks Ba serta jenis
     reaksinya pada Ba(OH)2 → BaClO2
     Pembahasan :
     Ba(OH)2 → BaClO2
     °| Ba + (OH)= 0
         Ba + O+ H= 0
         Ba + (-2)x2 + (+1)x2 = 0
         Ba + (-4) + (+2) = 0
         Ba = 0 + 4 - 2
         Ba = +2
     °| Ba + Cl + O= 0
         Ba + (-1) + (-2)x2 = 0
         Ba = 0 + 4 + 1
         Ba = +5
     •• Ba, +2 menjadi +5  → Reaksi Oksidasi

2. Tentukan perubahan biloks S serta jenis
     reaksinya pada 2H2SO→ 2SO2²
     Pembahasan :
     2H2SO→ 2SO2²
     °| 2H2 + 2S + 2O= 0
         2xHx2 + 2S + 2xOx4 = 0
         2x(+1)x2 + 2S + 2x(-2)x4 = 0
         +4 + 2S + (-16) = 0
         2S = 0 - 4 + 16
         2S = +12
         S  =  +6
     °| 2S + 2O= 2(-2)
         2S + 2xOx2 = -4
         2S + 2x(-2)x2 = -4
         2S = -4 + 8
         S   = +2
     •• S, +6 menjadi +2  → Reaksi Reduksi

3. Tentukan perubahan biloks Mn serta jenis
     reaksinya pada MnSO4²‾→ 2KMnO2+
     Pembahasan :
     MnSO4²‾→ 2KMnO2+
     °| Mn + S + O= -2
         Mn + S + Ox4 = -2
         Mn + 0 + (-2)x4 = -2
         Mn + 0 + (-8) = -2
         Mn = -2 + 8
         Mn = +6
     °| 2K + 2Mn + 2O = 2(+2)
         2x(+1) + 2Mn + 2x(-2) = +4
         +2 + 2Mn + (-4) = +4
         2Mn = +4 - 2 +4
         2Mn = +6
         Mn   = +3
     •• Mn, +6 menjadi +3  → Reaksi Reduksi

4. Tentukan perubahan biloks Cr serta jenis
     reaksinya pada Cr2O7²‾→2Cr³+
     Pembahasan :
     Cr2O7²‾→2Cr³+
     °| Cr2O7²
         Cr+ O7  = -2
         Cr+ (-2 x 7) = -2
         Cr= -2 +14
         Cr= +12
         Cr  = +6
     °| 2Cr³+ 
         2Cr = 2 x +3
         2Cr = +6
         Cr = +3
     •• Cr, +6 menjadi +3  → Reaksi Reduksi

5. Tentukan perubahan biloks Pb serta jenis
     reaksinya pada 5PbO→ 5Pb2+
     Pembahasan :
     5PbO→ 5Pb2+ 
     °| 5PbO2
          5Pb + 5O= 0
        5Pb + 5 x (-2) x 2 = 0
        5Pb = +20
        Pb = +4
    °| 5Pb2+ 
         5Pb = 5 x (+2)
        5Pb = +10
        Pb = +2
    •• Pb, +4 menjadi +2  → Reaksi Reduksi

6. Tentukan perubahan biloks Cu serta jenis
     reaksinya pada 6Cu+→ 6Cu2+
     Pembahasan :
     6Cu+→ 6Cu2+
     °| 6Cu+
          6Cu = 6 x +1
        6Cu = +6
        Cu = +1
    °| 6Cu2+
         6Cu = 6 x +2
        6Cu = +12
        Cu = +2
     •• Cu, +1 menjadi +2  → Reaksi Oksidasi


Latihan soal 1 : Reaksi Reduksi dan Oksidasi


Latihan soal 2 : Reaksi Reduksi dan Oksidasi




Materi selanjutnya : Reaksi Reduksi dan Oksidasi

Kamis, 16 April 2020

TATA NAMA SENYAWA KIMIA

Oleh : Risa Gestiana

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ




Materi : 
1. Tata Nama Senyawa Kimia
2. Tata Nama Senyawa Kovalen
3. Tata Nama Senyawa Ion
4. Tata Nama Senyawa Poliatomik
5. Tata Nama Senyawa Asam
6. Tata Nama Senyawa Basa

Tujuan :
1. Menuliskan nama senyawa IUPAC berdasarkan rumus molekul kimia
2. Menuliskan rumus struktur kimia berdasarkan nama senyawa.

KIMIA KELAS XI SEMESTER 2 : BAB 1 REAKSI REDOKS DAN TATA NAMA SENYAWA KIMIA


TATA NAMA SENYAWA KIMIA ANORGANIK

Penamaan senyawa kimia menurut IUPAC :
1. Senyawa Kovalen (unsur non-non logam)
    Jumlah atom unsur dalam bahasa Yunani
    1   = mono
    2   = di
    3   = tri
    4   = tetra
    5   = penta
    6   = heksa
    7   = hepta
    8   = okta
    9   = nona
    10 = deka
    *) awalan mono tidak ditulis pada atom unsur pertama
    *) pada atom unsur terakhir +ida
2. Senyawa Ion (unsur logam-non logam)
     Rumus :
3. Senyawa Poliatomik (tersusun >dua unsur)

                              Tabel Kation
                                Tabel Anion
4. Senyawa asam (memiliki ion H+)
5. Senyawa basa (memiliki ion OH‾)

*) Penulisan struktur molekul kimia
    Rumus :  Ax+  +  By- → AyBx


Contoh Soal & Pembahasan
1. Tuliskan nama senyawa dari Cl2O
    Pembahasan :
    Cl2O
    Cl= non, O = non → senyawa kovalen
    dua Cl satu O
    Diklorin monoksida

2. Tuliskan nama senyawa dari PCl5
    Pembahasan :
    PCl5
    P = non, Cl = non → senyawa kovalen
    satu P lima Cl
    Fosforus pentaklorida

3. Tuliskan nama senyawa dari N2O4
     Pembahasan :
     N2O4
     N = non, O = non → senyawa kovalen
     dua N empat O
     Dinitrogen tetraoksida

4. Tuliskan nama senyawa dari KBr
     Pembahasan :
     KBr
     K = logam, O = non → senyawa ion
     logam + non logam + ida
     Kalium Bromida

5. Tuliskan nama senyawa dari Al2S3
     Pembahasan :
     Al2S3
     Al = logam, O = non → senyawa ion
     logam + non logam + ida
     Aluminium Sulfida

6. Tuliskan nama senyawa dari Fe2(SO4)3
     Pembahasan :
     Fe2(SO4)3
     Fe + S + O → senyawa poliatomik
     Fe2(SO4)→ Fe³+ + SO42-
     Fe³= besi (III)
      SO42- = sulfat
     Besi (III) sulfat

7. Tuliskan nama senyawa dari K2SO4
     Pembahasan :
     K2SO4
     K + S + O → senyawa poliatomik
     K2SO4 → K+ + SO42-
     K+ = kalium
      SO42- = sulfat
     Kalium sulfat

8. Tuliskan nama senyawa dari NaClO3
     Pembahasan :
     NaClO3
     Na + Cl + O → senyawa poliatomik
     NaClO→ Na+ + ClO3-
     Na= natrium
      ClO3= klorat
     Natrium klorat

9. Tuliskan nama senyawa dari HCl
     Pembahasan :
     HCl
     ion H → senyawa asam
     HCl → H+ + Cl-
     H= asam
      Cl= klorida
     Asam klorida

10. Tuliskan nama senyawa dari H2SO4
       Pembahasan :
       H2SO4
       ion H → senyawa asam
       H2SO4 → H+ + SO42-
       H= asam
        SO42- = sulfat
       Asam sulfat

11. Tuliskan nama senyawa dari NaOH
       Pembahasan :
       NaOH
       ion OH → senyawa basa
       NaOH → Na+ + OH-
       Na= natrium
        OH- = hidroksida
       Natrium hidroksida

12. Tuliskan nama senyawa dari Ca(OH)2
       Pembahasan :
       Ca(OH)2
       ion OH → senyawa basa
       Ca(OH)2 → Ca2+ + OH-
       Ca2+ = kalsium
        OH- = hidroksida
       Kalsium hidroksida

13. Tuliskan rumus struktur karbon tetraklorida
       Pembahasan :
       karbon tetraklorida
       satu karbon empat klorida
       1C 4Cl
       CCl4
                      (lihat tabel kation anion)
14. Tuliskan rumus struktur timah (IV) klorida
       Pembahasan :
       timah (IV) klorida timah IV + klorida
       Sn4+  +  Cl-
       Rumus :  Ax+  +  By- → AyBx
       Sn4+  +  Cl→ Sn1Cl4
       SnCl4

15. Tuliskan rumus struktur besi (II) nitrat
       Pembahasan :
       besi (II) nitrat → besi (II) + nitrat
       Fe2+  +  NO3-
       Rumus :  Ax+  +  By- → AyBx
       Fe2+  +  NO3- → Fe1(NO3)2
       Fe(NO3)2

16. Tuliskan rumus struktur asam karbonat
       Pembahasan :
       asam karbonat asam + karbonat
       H+  +  CO32-
       Rumus :  Ax+  +  By- → AyBx
       H+  +  CO32- → H2(CO3)1
       H2CO3

17. Tuliskan rumus struktur magnesium hidroksida
       Pembahasan :
       magnesium + hidroksida
       Mg2+  +  OH-
       Rumus :  Ax+  +  By- → AyBx
       Mg2+  +  OH- → Mg1(OH)2
       Mg(OH)2


Latihan soal : TATA NAMA SENYAWA KIMIA

1. Tuliskan nama senyawa dari :
     a)  CO3
     b)  P2O5
     c)  MgS2
     d)  CaCl2
     e)  KClO4
     f)   Na2CO3
     g)  H3PO4
     h)  HNO2
      i)  NH4OH
      j)  Sr(OH)2

2. Tuliskan rumus struktur molekul dari :
     a)  Sulfur trioksida
     b)  Vanadium pentaoksida
     c)  Magnesium sulfida
     d)  Kalium klorida
     e)  Kalium permanganat
     f)  Tembaga (I) sulfat
     g)  Asam silikat
     h)  Asam hipoklorit
      i)  Barium hidroksida
      j)  Litium hidroksida


Materi kimia kelas X untuk Bab 3 : Reaksi Reduksi dan Oksidasi sudah selesai. Silahkan isi Uji Kompetensi Akhir Bab 3.

Materi sebelumnya : Reaksi Reduksi dan Oksidasi

Rabu, 15 April 2020

REAKSI REDUKSI DAN OKSIDASI

Oleh : Risa Gestiana

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Materi belajar online keempat : 1) Menentukan zat yang berperan sebagai oksidator; 2) Menentukan zat yang berperan sebagai reduktor; 3) Menentukan zat hasil oksidasi dan; 4) Menentukan zat hasil reduksi.

Glosarium:
•) Oksidator : zat yang mengalami reduksi
•) Reduktor : zat yang mengalami oksidasi
•) Oksidasi : zat yang mengalami penambahan nilai biloks
•) Reduksi : zat yang mengalami penurunan nilai biloks
•) Hasil oksidasi : zat yang mengalami penambahan nilai biloks dan berada di sebelah kanan panah
•) Hasil reduksi : zat yang mengalami penurunan nilai biloks dan berada di sebelah kanan panah


Contoh Soal & Pembahasan
1. Dari reaksi berikut :

   Cr2O72- + 14H+ + 6Cu+→ 2Cr³+ + 7H2O + 6Cu2+
    
Tentukan :
    a) zat yang berperan sebagai oksidator;
    b) zat yang berperan sebagai reduktor;
    c) zat hasil oksidasi; dan
    d) zat hasil reduksi.

    Pembahasan :
     °| Cr2O72-
         Cr+ O7  = -2
         Cr+ (-2 x 7) = -2
         Cr= -2 +14
         Cr= +12
         Cr  = +6
     °| 6Cu+
          6Cu = 6 x +1
        6Cu = +6
        Cu = +1
    °| 2Cr³+ 
        2Cr = 2 x +3
        2Cr = +6
        Cr = +3
   °| 6Cu2
        6Cu = 6 x +2
        6Cu = +12
       Cu = +2
 Jadi,
    a) zat yang berperan sbg oksidator = Cr2O72-
    b) zat yang berperan sebagai reduktor = 6Cu+
    c) zat hasil oksidasi = 6Cu2+
    d) zat hasil reduksi = 2Cr³+


2. Dari reaksi berikut :

 2MnO + 5PbO+ 8H+→ 2MnO4- + 5Pb2+ + 4H2O

    Tentukan :
    a) zat yang berperan sebagai oksidator;
    b) zat yang berperan sebagai reduktor;
    c) zat hasil oksidasi; dan
    d) zat hasil reduksi.

    Pembahasan :
     °| 2MnO
         2Mn + 2O  = 0
         2Mn + 2 x (-2) = 0
         2Mn = +4
         Mn = +2
     °| 5PbO2
          5Pb + 5O= 0
        5Pb + 5 x (-2) x 2 = 0
        5Pb = +20
        Pb = +4
    °| 2MnO4-
        2Mn + 2O= 2 x (-1)
        2Mn + 2 x (-2) x 4 = -2
        2Mn = -2 + 16
        2Mn = +14
        Mn = +7
   °| 5Pb2+ 
        5Pb = 5 x (+2)
       5Pb = +10
       Pb = +2
 Jadi,

    a) zat yang berperan sbg oksidator = 5PbO2
    b) zat yang berperan sebagai reduktor = 2MnO
    c) zat hasil oksidasi = 2MnO4-
    d) zat hasil reduksi = 5Pb2+ 

Dari reaksi berikut :
  1. MnO2 + 4H+ + 2Cl-Mn2+ + 2H2O + Cl2
  2. Cr2O72- + Fe2+ + 14H+ → 2Cr3+ 7H2O + Fe3+
  3. MnO4 + C2O42−MnO2 + 2CO32−
  4. 2KI + Cl2 → I2 + 2KCI
  5. Cl+ SO2H2O→ 2Cl- + SO42- + 4H+
Tentukan :
  a) zat yang berperan sebagai oksidator;
  b) zat yang berperan sebagai reduktor;
  c) zat hasil oksidasi; dan
  d) zat hasil reduksi.


Materi sebelumnya : Reaksi Reduksi dan Oksidasi
Materi selanjutnya : Tata Nama Senyawa Kimia

KONFIGURASI ELEKTRON Contoh konfigurasi elektron adalah sebagai berikut: atom Natrium (Na) dengan nomor atom 11 memiliki konfigurasi elektr...