Senin, 04 Mei 2020

KOLOID

Oleh : Risa Gestiana

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ



Materi belajar online kelima : 1) Memahami konsep koloid; 2) Mengetahui perbedaan koloid, suspensi dan larutan; 3) Memberikan contoh penerapan koloid; 4) Menyebutkan sifat-sifat koloid; dan 5) Menjelaskan pembuatan sifat koloid.

KOLOID

Koloid merupakan campuran dari dua zat atau lebih yang tersebar secara merata dengan ukuran partikel terdispersi antara 1-1000 nm. Sedangkan, sistem koloid adalah bentuk campuran yang keadaanya terletak di antara larutan dan suspensi (campuran kasar) dan memiliki sifat-sifat yang khas.

Berdasarkan pengertian di atas, contoh dari sistem koloid ini yaitu berbagai bahan makanan yang merupakan campuran dua zat (larutan dan suspensi) itu juga termasuk ke dalam sistem koloid. Seperti misalnya, mayones, keju, nasi, dan roti. Contoh di luar bahan makanan? Cat, kosmetik, dan obat-obatan juga termasuk. Bahkan, darah yang ada di dalam tubuh kita itu sistem koloid.

Berdasarkan fasenya, sistem koloid terbagi menjadi dua yaitu fase terdispersi dan fase pendispersi. Berdasarkan kedua fase tersebut, jenis koloid dibagi menjadi 8 golongan:

fase koloid.png

Berdasarkan perbedaan daya adsorpsinya, sistem koloid dibedakan menjadi dua, yaitu koloid liofil dan koloid liofob.

Sifat-sifat dan contoh penerapan koloid, diantaranya efek tyndall, gerak brown, adsorbsi, koagulasi, elektroforesis, koloid pelindung dan dialisis.

Efek Tyndall 
Efek tyndall adalah efek penghamburan cahaya oleh partikel koloid.
Contoh penerapan: terjadinya warna biru langit pada siang hari dan warna jingga pada sore hari, sorot lampu mobil atau senter diudara yang berkabut, sinar matahari melalui celah dedaunan pada waktu berkabut.

Gerak Brown
Gerak brown adalah gerak acak, gerak tidak beraturan atau gerak zig zag partikel koloid yang menyebabkan sistem koloid tetap stabil, tetap homogen, dan tidak mengendap.

Contoh penerapan: larutan air susu.

Adsorbsi
Adsorpsi merupakan peristiwa penyerapan ion pada permukaan partikel koloid atau menempelnya muatan di permukaan parikel-partikel koloid.
Contoh penerapan: penjernihan sabun, penggunaan sabun, penghilang bau badan, pemutihan gula pasir, pewarnaan serat wol, penjernihan air, pembuatan antipersipan, penyembuhan sakit perut menggunakan norit.

Koagulasi
Koagulasi adalah peristiwa terjadinya pengendapan pada koloid.
Contoh penerapan: memanaskan atau merebus telur mentah, mendinginkan agar-agar panas, pengolahan karet dari lateks, penjernihan air sungai, pembentukan delta di muara, penggumpalan debu/asap dari pabrik dengan alat cottrel, penetralan partikel albuminoid darah oleh ion Fe3+ / Al3+.

Elektroforesis
Partikel koloid dapat bergerak dalam medan listrik.
Contoh penerapan: pergerakan partikel dalam medan listrik.

Koloid pelindung
Koloid pelindung bekerja dengan membentuk lapisan tipis disekitar partikel-partikel koloid yang dilindungi.
Contoh penerapan: penambahan kasein pada susu, penambahan lesitin pada margarin, penambahan gelatin pada es krim, penambahan minyak silikon pada cat, kasium fosfat pada darah.

Dialisis
Dialisis merupakan proses pemurnian koloid dengan membersihkan atau menghilangkan ion-ion pengganggu menggunakan suatu kantong yang terbuat dari selaput semipermiabel.
Contoh penerapan: memisahkan ion-ion sianida dari tepung tapioka dan proses pencucian darah

Pembuatan koloid

proses pembuatan koloid

Dengan Cara Kondensasi

Pada cara ini, partikel-partikel kecil (partikel larutan) bergabung menjadi partikel-partikel yang lebih besar (partikel koloid), yang dapat dilakukan melalui:

1. Reaksi redoks

Contoh: pembuatan sol belerang

2H2S(g) + SO2(aq) → 3S(koloid) + 2H2O(l)

2. Hidrolisis

Contoh: pembuatan sol Fe(OH)3 dengan menambahkan larutan FeCl3 ke dalam air mendidih

FeCl3(aq) + 3H2O(l) → Fe(OH)3(koloid) + 3HCl(aq)

3. Dekomposisi rangkap

Contoh: pembuatan sol AgCl

AgNO3(aq) + HCl(aq) → AgCl(koloid) + HNO3(aq)

4. Penggantian pelarut

Contoh: bila larutan jenuh kalsium asetat dicampur dengan alkohol akan terbentuk suatu koloid berupa gel

Dengan Cara Dispersi

Pada cara ini, partikel-partikel besar (partikel suspensi) dipecah menjadi partikel-partikel yang lebih kecil (partikel koloid), yang dapat dilakukan melalui:

1. Cara mekanik, yaitu butiran-butiran kasar digerus ataupun digiling dengan penggiling koloid hingga tingkat kehalusan tertentu lalu diaduk dalam medium pendispersi. Contoh: sol belerang dapat dibuat dengan menggerus serbuk belerang bersama-sama dengan gula pasir, kemudian serbuk yang sudah halus tersebut dicampur dengan air.

2. Cara peptisasi, yaitu partikel-partikel besar dipecah dengan bantuan zat pemeptisasi (pemecah). Contoh: endapan Al(OH)3 dipeptisasi oleh AlCl3; endapan NiS oleh H2S; dan agar-agar dipeptisasi oleh air.

3. Cara Busur Bredig, cara ini digunakan untuk membuat sol-sol logam seperti Ag, Au, dan Pt. Logam yang akan dijadikan koloid digunakan sebagai elektrode yang dicelupkan dalam medium pendispersi lalu kedua ujung elektroda diberi loncatan listrik.


Contoh Soal & Pembahasan

1. Peristiwa berikut ini :

(1) Pembentukan delta pada muara sungai

(2) Pemurnian gula pasir

(3) Penyembuhan sakit perut oleh norit

(4) Penjernihan air

yang merupakan contoh koagulasi koloid adalah ...

a. 1 dan 2

b. 1 dan 3

c. 1 dan 4

d. 2 dan 3

e. 2 dan 4

Jawabannya:  C

2. Berikut merupakan  cara  pembuatan  koloid :

  1. Reaksi redoks
  2. Busur bredig
  3. Reaksi hidrolisis
  4. Peptiasi
  5. Reaksi pemindahan
  6. Mekanik

Pembuatan koloid secara dispersi adalah …

a. 1, 2, dan 3

b. 1, 3, dan 4

c. 2, 3, dan 4

d. 2, 4, dan 6

e. 4, 5, dan 6

Jawabannya: D

3. Proses dialisis yang dilakukan terhadap larutan koloid bertujuan untuk ….

a. Memisahkan partikel-pertikel koloid

b. Mengendapkan partikel-pertikel koloid

c. Mengukur dimensi partikel-pertikel koloid

d. Membuang kelebihan  ion-ion elektrolit  dari  larutan koloid

e. Semuanya benar

Jawabanya: D

4. penyusun sistem  koloid  asap adalah …

a. gas terdispersinya dalam  gas

b. gas terdispersinya  dalam  padat

c. padat terdispersinya dalam gas

d. padat terdispersinya dalam cair

e. cair terdispersinya dalam gas

Jawabanya:  C

5. salah satu  perbendaan  antara  suspense  dan  koloid adalah …

a. koloid bersifat  homogeny, sedangkan  suspense  bersifat  heterogen

b. koloid menghamburkan  cahaya, sedangkan  suspense  meneruskan cahaya

c. koloid stabil, sedangkan suspensi tidak stabil

d. koloid satu fase, sedangkan suspense dua fase

e. koloid transparan , sedangkan suspense keruh

Jawabnya: C

Pembahasan

Koloid 9


6. berikut ini adalah  peristiwa-peristiwa koagulasi pada partikel koloid, kecuali

a. Penggumpalan lateks

b. Pengobatan sakit perut

c. Pengendapan debu pada cerobong asap

d. Penjernihan lumpur dari air sungai

e. Pembentukan delta pada muara sungai

Jawabanya : B

7. Pembuatan sol  Fe(OH)dilakukan dengan cara …

a. Mekanik

b. Peptiasi

c. Kondensasi

d. Hidrolisis

e. Presipitasi

Jawabanya : D

8. Sifat koloid yang dapat menghamburkan cahaya disebut …

a. Dialisis

b. Gerak brown

c. Efek tyndall

d. Elektroforesis

e. Koagulasi

Jawabanya: C

9. Koloid dapat menyerap ion pada permukaannya. Sifat ini disebut …

a. Elektroforesis

b. Absorbsi

c. Adsorpsi

d. Dialisis

e. Elektroforesis

Jawabannya: C

10. Koloid yang fase terdispersinya zat padat adalah…

a. Kabut, susu

b. Asap, agar-agar

c. Santan, mayones

d. Embun, tinta

e. Minyak ikan, susu

Jawabannya: B

11. Koloid berikut merupakan koloid yang medium pendispersinya gas, yaitu…

a. Kabut, busa sabun

b. Awan, asap

c. Debu, busa sabun

d. Asap, tinta

e. Busa sabun, asap

Jawabannya: B

12. Di antara zat berikut yang termasuk aerosol adalah …

a. Kaca berwarna

b. Cat

c. Busa sabun

d. Mutiara

e. Kabut

Jawabannya: E

13. Peristiwa koagulasi dapat ditemukan pada  …

a. Pembusukan air  susu

b. Pembuatan agar – agar

c. Terjadinya berkas sinar

d. Pembuatan cat

e. Terjadinya delta di muara sungai

Jawabannya: E

14. Pemberian tawas  pada  air  minum dimaksudkan untuk …

a. Mengendapkan partikel-partikel koloid agar air menjadi  jernih

b. Membunuh kuman yang berbahaya

c. Menghilangkan bahan – bahan yang menyebabkan pencemaran air

d. Menghilangkan bau tidak sedap

e. Memberikan rasa segar  pada  air

Jawabannya:  A

15. Alat pengendap cottrel yang dipasang pada cerobong asap dan knalpot mobil merupakan pemanfaatan dari  proses …

a. Dialysis

b. Peptidase

c. Kondensasi

d. Elektroforesis

e. Busurbredig

Jawabannya: D

16. Contoh pemanfaatan  dialysis  pada kehidupan  sehari-hari adalah…

a. Proses cuci darah

b. Pembuatan susu bubuk

c. Pembuatan lem kanji

d. Pembuatan eskrim

e. Alat pengendapan cottrel

Jawaban: A

17. Jenis koloid yang  fase terdispersinya cair dan  medium pendispersinya padat adalah …

a. Emulsi padat

b. Busa padat

c. Sol padat

d. Aerosol padat

e. Sol

Jawaban : A

18. Sistem koloid yang medium pendispersinya cair dan fase terdispersinya cair adalah …

a. Susu     

d. Kabut   

c. Awan

d. Keju

e. Mentega

Jawabannya:  A

19. Pada umumnya masyarakat menggunakan tawas untuk menjernihkan air, bak ,air sumur, air pam. Atau jenis air yang lainnya. Prinsip menjernihkan air dengan menggunakan tawas berkaitan dengan sifat koloid yaitu ..

a. Gerak Brown     

b. Elktrolisis           

c. Efek tyndall

d. Koagulasi

e. Adsorpsi

Jawabannya: D

20. Sebutkan ciri-ciri koloid!

Pembahasan :

Ciri koloid :

  • Homogen (secara makrokopis), heterogen (secara mikrokopis)
  • Ukuran 1 nm – 100 nm
  • Dua fase
  • Stabil
  • Tidak dapat disaring kecuali dengan penyaring ultra


Materi sebelumnya : Larutan Penyangga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KONFIGURASI ELEKTRON Contoh konfigurasi elektron adalah sebagai berikut: atom Natrium (Na) dengan nomor atom 11 memiliki konfigurasi elektr...